{"id":887,"date":"2022-08-13T14:21:06","date_gmt":"2022-08-13T07:21:06","guid":{"rendered":"http:\/\/asosiasiteolog.org\/?p=887"},"modified":"2022-08-13T14:45:20","modified_gmt":"2022-08-13T07:45:20","slug":"2020-minne-spirituality-young-scholars-awards","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/asosiasiteolog.org\/en\/2020-minne-spirituality-young-scholars-awards\/","title":{"rendered":"<p>2020 Minne Spirituality Young Scholars Awards<\/p>"},"content":{"rendered":"<p class=\"has-black-color has-text-color has-large-font-size\"><em>Indonesian Journal of Theology<\/em> dengan sukacita menggelar kompetisi menulis perdana dalam Minne Spirituality Young Scholars Awards dengan tema ?<strong>Desiring Love: Foundations of Spirituality<\/strong>.? Kami mengajak Anda untuk mengirimkan naskah kepada kami.<p class=\"has-black-color has-text-color has-large-font-size\">Tujuan Minne Spirituality Student Award adalah meningkatkan penelitian di bidang Spiritualitas di kalangan teolog-teolog muda Indonesia. Bidang Spiritualitas yang dimaksud sangat luas, mencakup, namun tidak terbatas pada kajian sejarah, tekstual, teologi, studi agama, liturgi, mistisisme, dan lintasdisiplin. Kompetisi ini terbuka bagi yang berpendidikan maksimal S2.<\/p><p class=\"has-black-color has-text-color has-large-font-size\">Dari semua tulisan yang masuk ke panitia, lima tulisan terbaik yang terseleksi akan dimuat di edisi khusus Spiritualitas di <em>Indonesian Journal of Theology<\/em>. Hadiah untuk masing-masing pemenang adalah sebagai berikut:<\/p><p class=\"has-text-align-center has-white-color has-text-color has-background has-large-font-size\" style=\"background-color:#8d81dc\">Winner: Rp. 1.500.000,00 + sertifikat + publikasi IJT<\/p><p class=\"has-text-align-center has-white-color has-text-color has-background has-large-font-size\" style=\"background-color:#8d81dc\">Runner Up: Rp.&nbsp;1.000.000,00 + sertifikat + publikasi IJT<\/p><p class=\"has-text-align-center has-white-color has-text-color has-background has-large-font-size\" style=\"background-color:#8d81dc\">3rd Place: Rp.&nbsp; 750.000,00 + sertifikat + publikasi IJT<\/p><p class=\"has-text-align-center has-white-color has-text-color has-background has-large-font-size\" style=\"background-color:#8d81dc\">4th Place: Rp. 500.000,00 + sertifikat + publikasi IJT<\/p><p class=\"has-text-align-center has-white-color has-text-color has-background has-large-font-size\" style=\"background-color:#8d81dc\">5th Place: Rp. 500.000,00 + sertifikat + publikasi IJT<\/p><p><\/p><h2 class=\"wp-block-heading\">Ketentuan:<\/h2><ol class=\"wp-block-list\" type=\"1\"><li>Para peserta yang ingin naskah dipertimbangkan perlu mengirimkan judul naskah dan abstrak (300-350 kata) melalui surat elektronik (email) ke editor@indotheologyjournal.org. <\/li><li>Satu naskah\/abstrak dapat ditulis oleh lebih dari satu orang (tim penulis). Akan tetapi setiap peserta\/tim penulis hanya bisa mengirimkan satu naskah\/abstrak.<\/li><li>Bersama dengan abstrak, peserta perlu mengirimkan satu lembar dokumen terpisah via surel berisi: (1) identitas (nama, sekolah\/institusi, minat riset), dan (2) alasan mengikuti kompetisi menulis ini.<\/li><li><strong>Batas waktu pengumpulan abstrak adalah 20 Agustus 2020 pk. 24.00 WIB<\/strong>. Panitia akan menilai semua abstrak yang masuk dan memilih yang dapat dilanjutkan ke babak kedua kompetisi. Peserta\/tim yang diterima untuk babak kedua akan dihubungi per 31 Agustus 2020. <\/li><li>Para peserta\/tim yang lolos ke babak kedua akan menulis naskah orisinal dalam bahasa Indonesia atau Inggris dengan panjang antara 5000-7000 naskah. Tenggat waktu pengumpulan naskah adalah 31 Desember 2020. <\/li><li>Jika penulis\/tim tidak mengumpulkan naskah pada tenggat waktu yang ditentukan maka akan dianggap mengundurkan diri dari kompetisi.<\/li><li>Dengan mengirimkan naskah ke kompetisi ini, Anda setuju bahwa tulisan Anda akan menjadi hak milik IJT jika terseleksi.<\/li><\/ol><h4 class=\"wp-block-heading\">Sila tujukan pertanyaan terkait kompetisi dan ketentuan ke <a href=\"mailto:editor@indotheologyjournal.org\">editor@indotheologyjournal.org<\/a><\/h4><p class=\"has-text-align-left has-white-color has-text-color has-background has-large-font-size\" style=\"background-color:#8c86b8\">Tentang <em>minne<\/em>:<\/p><p class=\"has-text-align-left has-white-color has-text-color has-background has-large-font-size\" style=\"background-color:#8c86b8\"><em>Minne<\/em> (cinta) adalah mistisisme yang berkembang di Abad-abad Pertengahan, khususnya di kalangan Beguine di sekitar Belanda dan Belgia. Beguine adalah perempuan-perempuan awam yang mengabdikan diri untuk hidup berkomunitas dan melayani orang-orang miskin di kota. Salah satu mistikus yang banyak menghidupi spiritualitas <em>minne<\/em> adalah Hadewijch dari Antwerp (1200-48).<\/p><h4 class=\"wp-block-heading\">Flyer dapat diunduh di <a href=\"http:\/\/info.indotheologyjournal.org\/files_upload\/Flyer_Minne_Award_Final_Updated.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">sini.<\/a><\/h4><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Indonesian Journal of Theology dengan sukacita menggelar kompetisi menulis perdana dalam Minne Spirituality Young Scholars Awards dengan tema ?Desiring Love: Foundations of Spirituality.? Kami mengajak Anda untuk mengirimkan [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":888,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_eb_attr":"","footnotes":""},"categories":[7],"tags":[],"class_list":["post-887","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-ati-award"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/asosiasiteolog.org\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/Minne-1024x512-1.png","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/asosiasiteolog.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/887","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/asosiasiteolog.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/asosiasiteolog.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/asosiasiteolog.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/asosiasiteolog.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=887"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/asosiasiteolog.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/887\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":892,"href":"https:\/\/asosiasiteolog.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/887\/revisions\/892"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/asosiasiteolog.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/888"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/asosiasiteolog.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=887"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/asosiasiteolog.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=887"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/asosiasiteolog.org\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=887"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}